Review Novel "Misfit in Love" by SK Ali
Judul: Misfit in Love
Penulis: @skalibooks
Misfit in Love ini merupakan sekuel dari Saints and Misfit. Di novel sebelumnya, Janna mengkategorikan dirinya sebagai Misfit. Ya, jadinya yang “in love” itu si Janna Yusuf.
Konsep cerita yang unik, karena tentang persiapan pernikahan kakaknya Janna, Muhammad dengan Sarah. Hanya saja melibatkan beberapa kultur. Jadi ada Henna party, karena ayahnya Janna itu dari India. Di cerita ini memperlihatkan keberagaman kultur, yaitu India, arab (karena ibunya Janna dari Mesir dan keluarganya Sarah dari Syria). Cuma karena keberagaman kultur ini jadi ada drama. Dan di novel ini bercerita tentang isu rasisme yang berkaitan dengan kultur tadi dan anti blackness. Mungkin kalau yang baru tahu, si Nuah, salah satu love interest-nya si Janna itu orang berkulit hitam. Di novel ini dijelaskan bahwa rasisme itu bukan hanya terjadi antara non muslim dengan muslim. Mungkin karena muslim di Amerika banyak dari ras berkulit cokelat dan hitam, selain arab. Tapi rasisme juga terjadi di komunitas muslim. Janna menggambarkan ayahnya sebagai coconut, yaitu ayahnya berkulit cokelat tapi isi pemikirannya seperti orang berkulit putih yang merasa orang berkulit hitam itu lebih rendah derajatnya.
Lalu ada love interest lainnya, seperti Haytham (sepupunya Sarah) yang mempunyai suara bagus (dia salah satu finalis muslim choice), pinter bikin kue dan disukai anak-anak kecil. Ada juga Layth yang cool, jutek, dan misterius. Dia mempunyai masa lalu yang menyedihkan dan menyakitkan. Tapi aku happy dengan pilihan Janna (aku ga mau spoiler haha).
Tapi pelajaran yang bisa aku ambil dari novel ini adalah bahwa Islam tidak pernah membedakan seseorang dari ras atau kulitnya. Mungkin kita sering mendengar orang membedakan Islam arab, dsb. Padahal Islam ya Islam.
Oh iya, aku juga kagum dengan tujuan kenapa Janna mengambil British Lit. Ada hubungannya dengan isu rasisme. Dia ingin mendeskontruksikannya.

Comments
Post a Comment