Review Novel "Saints and Misfits" by SK Ali
Judul: Saints and Misfits
Penulis: @skalibooks
Ini novel kedua SK Ali yang aku baca. Novel ini membahas isu berat. Cerita dengan sudut pandang pertama, yaitu Janna Yusuf mengkategorikan orang itu ada 3 tipe. Yang pertama itu Saint, seperti tokoh Sarah dan Mr. Ram. Kedua misfit, yaitu Janna sendiri, karena dia merasa ga cocok dengan keluarga ayahnya yang baru, kedekatan ibu dan kakaknya Muhammad, juga antara dirinya dengan Jeremy (cowok yang ditaksir oleh Janna). Ketiga adalah monster, yaitu orang yang memakai topeng seolah dia orang suci, padahal dia adalah orang yang busuk.
Jadi, Janna hampir diperkosa oleh sepupu teman dekatnya. Ironisnya, kejadian itu ga ada saksi. Lebih kejamnya lagi, sepupu teman dekatnya yang namanya Farooq ini punya image yang baik di komunitas masjid mereka, karena Farooq seorang penghafal Al-Quran.
Isu ini merupakan isu besar dan cukup sensitif, tapi penulis bisa menuliskannya dengan apik. Bahkan aku cukup terpukau dengan istilah-istilah yang dipakai penulis, jadi pas banget ditujukan kepada remaja. Ringan, tapi dalam. Contohnya percakapan antara Janna dan Mr. Ram tentang teori manusia diibaratkan seperti buah. Terkadang ada buah yang kelihatannya baik, tapi isinya kopong. Ada juga yang kelihatan kering, mengkerut, tapi isinya ‘wow’. Juga tentang “the why theory”. Because when we just do things without why, we become husks. Easily crumppled, no fruit inside.
Dari novel ini kita belajar bahwa orang yang terlihat paham agama dan melakukan kebejatan, bukan agamanya yang salah. Seperti kasusnya Janna, Farooq si hafizh Quran melakukan tindak pelecehan, bukan karena Al-Quran yang salah. Tapi ada yang salah dari diri orang itu. Di sini juga Janna bilang kalau Al-Quran itu book of message dan Farooq ga paham kalau di Al-Quran itu menyuruh kita untuk “respect”.
Mungkin kita sering mendengar kabar si A membuka jilbabnya pasca ditinggal suaminya. Atau si B pindah agama kembali usai bercerai dengan pasangannya. Itu karena orang tersebut tidak memahami teori “why”. Kita sebagai muslim harus tahu kenapa kita diperintahkan untuk beribadah, berbuat baik, dsb.

Comments
Post a Comment