Review Novel "Love from Mecca to Medina" by SK Ali

 


Judul: Love from Mecca to Medina

Penulis: @skalibooks 


Sebenarnya aku udah baca cuplikannya di bio Instagram penulis dan semakin meyakinkanku untuk membeli buku ini. Novel ini dibuka dengan masalah Zayneb yang terkena isu penggelapan dana di organisasi yang dipimpinnya sehingga dia tidak punya tenaga untuk memberitahu orangtuanya mengenai biaya sewa apartemennya yang naik dan dia terpaksa menyewa sofa di apartemen Murie, teman kuliahnya. Hidup Zayneb yang terlunta-lunta dan dikejar-kejar oleh wartawan Upbeat. Lalu ada Adam yang mengerjakan peta hijrah Mekah-Madinah yang sebenarnya tidak dipesan siapa pun. Dia sudah lama tidak punya pekerjaan dan itu yang membuatnya merasa insecure dengan keluarga Zayneb, menjadi suami yang tidak mempunyai pekerjaan. 


Dari permasalahan di atas menuntun mereka ke masalah-masalah yang menerpa mereka saat umrah. Munculnya Sarina sebagai cinta lama Adam semakin memperburuk masalah mereka. Dan bagian umrah ini jadi bikin kangen dengan Mekah dan Madinah. Oh iya, bagi yang baca Saints and Misfit dan Misfit in Love ada kelanjutan tentang Janna di sini, dan ada Sausun juga yang berandil besar di seperempat terakhir novel.


Yang selalu aku suka dengan novelnya SK Ali adalah isu-isu yang dibahas. Tentang standar ganda yang dihadapi oleh seorang muslim. Tentang unmournable body alias korban yang nyawanya tidak penting. Aku rasa soal kematian Daadi, neneknya Zayneb, sama yang terjadi oleh orang-orang Palestina dan negara-negara konflik lainnya (terutama yang korbannya bukan orang berkulit putih). Seakan-akan nyawa mereka tidak penting, karena mereka bukan orang berkulit putih. Ya, white supremacy. Di novel ini dibahas tentang white supremacists, orang-orang fasis dan rasis, karena isu itu yang diharapkan penulis ditulis oleh buku-buku yang beredar saat sekolah, yaitu dari sudut pandang seorang muslim.

Comments

Popular posts from this blog

Rangga Bukan Pujangga

Review Novel "Saints and Misfits" by SK Ali